Hari minggu lalu, pada tanggal 17 Agustus 2008, saat bangsa ini sedang merayakan hari kemerdekaannya, salah seorang tetanggaku tertimpa musibah karena cucu pertama dari anak pertamanya meninggal saat masih dalam kandungan. Jadilah kami hari itu mengantar jenazah ke TPU di daerah Mangun Jaya. Kesempatan itu aku manfaatkan juga bersama istriku untuk ziarah ke makam kedua orang tuaku. Sebenarnya aku sudah berziarah seminggu sebelumnya. Kurang afdol rasanya bila sudah sampai sana tidak berziarah.
Kedua orang tuaku meninggal pada tahun 2006. Pertama yang meninggal adalah ayahku pada bulan Juni 2006. Dua bulan kemudian, ibuku meninggal pada bulan Agustus 2006. Dalam waktu tiga bulan, aku kehilangan kedua orang tuaku berturut-turut. Tahun itu merupakan tahun kesedihan bagi diriku. Hal ini mungkin yang dirasakan oleh Rasulullah pada saat kehilangan istrinya Siti Khadijah dan pamannya Abu Thalib yang saat itu selalu membantunya dalam menjalankan dakwahnya.
Yang paling menyedihkan bagiku adalah meninggalknya ibuku. Menurut istriku, ibuku pada sore hari baru saja main ke rumahku. Beliau bercanda dengan anak-anakku, cucunya. Malamnya, malikat maut menjemput ajalnya. Kami sempat membawanya ke rumah sakit bahkan semapt masuk ICU rumah sakit Karya Medika Tambun. Dokter yang merawatnya menyatakan bahwa Ibuku terkena stroke yang menyebabkan pembuluh darah di kepalanya pecah.
Dua tahun sudah kedua orang tuaku pergi meninggalkan kami anak-anaknya. Setiap kali teringat wajah kedua orang tuaku tak terasa air mata ini mengalir.
Ya Allah SWT,
ampunilah dosa yang diperbuat kedua orang tuaku semasa hidupnya di dunia
baik yang disengaja maupun yang tidak sengaja
baik yang lahir maupun yang bathin
kasihinilah keduanya seperti mereka mengasihi aku saat aku kecil
balaslah amal sholeh keduanya dengan balasan pahala yang berlipat ganda
masukkanlah keduanya di dalam surga-MU
terangilah kuburnya
luaskanlah kuburnya
aaammiin....
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar