Menjelang iedul fitri 1429 H, rupanya Pemda Bekasi mulai berbenah. Jalan sepanjang kurang lebih 6 km dari perempatan Bulak Kapal Bekasi sampai dengan Pasar Tambun Bekasi mulai diperlebar dengan dicor. Muka jalan yang dahulu lebih rendah dari pinggir jalan mulai ditinggikan. Jembatan pun mulai dibangun dengan konstruksi yang kokoh dan kuat. Pada saat hari Raya Iedul Fitri, jalan itu merupakan jalur mudik kendaraan yang tidak bisa melalui jalan tol seperti motor dan bajaj. Pemudik dari Jakarta dan sekitarnya pasti melalui jalan itu bila ingin mudik ke Jawa. Tahun lalu perbaikan hanya dikerjakan sekedarnya saja. Tambal sana-sini, kemudian selesai. Walhasil, setelah lebaran dan kena hujan, jalan itu jadi parah lagi kondisinya. Kali ini tampaknya perbaikan dilakukan dengan benar dan terarah. Kenyamanan para pemudik pada saat hari Raya memang sangat dibutuhkan. Tapi dampak dari perbaikan itu, jalan sepanjang itu jadi macet, berdebu dan tidak nyaman untuk dilalui. Kemacetan yang sangat melelahkan. Jangankan mobil, motor saja susah melalui jalan itu. Aku berharap pekerjaan itu cepat selesai agar jalan itu menjadi nyaman kembali.
Kemacetan memang merupakan pemandangan sehari-hari di Tambun. Di depan Pasar Tambun, merupakan titik pusat kemacetan itu sendiri. Tampaknya Pemda Kab. Bekasi harus memikirkan untuk membangun jalan layang di depan Pasar Tambun itu. Kemacetan itu terjadi karena para supir angkot ngetem seenaknya di tengah jalan. Untuk mengatasinya, jalan layang merupakan solusi yang tepat. Jadi, bagi kendaraan yang ingin melintasi pasar Tambun bisa langsung naik ke jalan layang itu.
Terminal angkot Pasar Tambun juga harus dibangun di lokasi yang tepat. Di samping stasiun ada tanah kosong milik PT. Kereta Api. Pemda bisa membelinya dari PT. KA untuk dibangun terminal angkot yang representative. Jadi tidak ada lagi cerita angkot yang ngetem di pinggir jalan yang sempit untuk cari penumpang.
Pembenahan daerah Tambun memang harus dilakukan secepatnya karena daerah tersebut merupakan daerah pengembangan perumahan. Banyak lokasi komplek perumahan di daerah Tambun. Dahulu, pada saat saya pindah ke Tambun tahun 1997, daerah itu belum terlalu banyak perumahan dan jalannya belum macet seperti sekarang. Hanya memang dahulu jalan dari komplek perumahan ke Pasar Tambun seperti kubangan kerbau saja layaknya. Tapi tidak macet. Sekarang, jalan sudah bagus dan dicor, tetapi macetnya tidak terkira. Ini karena lebar jalan tidak ditambah tapi orang dan kendaraan yang melaluinya bertambah.
Penambahan badan jalan memang sangat diperlukan di daerah Tambun.
Mungkin ada yang bertanya, Tambun itu dimana? Negara antah berantah di mana ini?
Daerah Tambun itu terletak antara Kota Bekasi dan Cibitung. Bila kita naik mobil dari Terminal Bekasi ke arah Timur menuju Cikarang atau Karawang, maka Kita pasti akan melalui daerah Tambun. Memang tak ada plang selamat datang di Tambun, tapi bila kita melalui daerah macet depan pasar, ada plang Pasar Tambun yang letaknya di sebelah kanan kita.
Tambun cukup luas. Dia terbagi antara Tambun Utara dan Tambun Selatan. Pengembang banyak membangun komplek perumahan BTN di sana. Daerah khusus golongan menengah ke bawah. Penduduk Jakarta banyak yang pindah ke sana, termasuk aku. Daerah yang cukup nyaman buat tempat tinggal, walaupun terkadang ada penduduk lokal yang menyebalkan. Penduduk lokal adalah warga asli Tambun, sedangkan warga perumahan adalah warga pendatang. Secara umum, nyamanlah buat tempat tinggal tetapi tidak nyaman buat pergi dan pulang kerja. Berangkat pagi sekali, pulang malam sekali. Berangkat dan Pulang Kerja tidak pernah melihat matahari. Jadi, jangan disalahkan bila hari libur tiba, saya tekadang puas-puasin istirahat bila tidak ada hal penting yang harus dilakukan.
Tambun yang kusayang....
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar