Kamis, 30 Oktober 2008

MUSIM HUJAN...

Sudah beberapa hari ini hujan turun dengan deras dan merata. Dua hari lalu malah hujan turun dari tengah malam sampai aku mau berangkat kerja jam 5 pagi (maklum tinggal di Tambun - Bekasi jadi harus berangkat pagi sekali agar tidak kena macet). Tampaknya sudah mau masuk hujan.
Aku sering males berangkat kerja kalau paginya hujan deras. Dingin. Apalagi aku paling males aku harus pakai jas hujan segala kalau mau naik motor, repot. Udah gitu harus pakai sendal jepit kalau nggak mau sepatunya basah. Jadilah basah dan dingin dari ujung rambut sampai ujung kaki.
Jalan kerja, naik motor saat hujan adalah perjalanan sangat menyiksa. Walaupun jarak yang kutempuh tidak lebih dari 10 kilo, karena aku naik motor hanya sampai dekat pintu tol Bekasi Timur untuk kemudian dititipkan pada penitipan motor, tapi itu sangat menjengkelkan karena jarak pandang terbatas, harus hati-hati dan berjalan dengan lambat karena saat hujan itu tidak dianjurkan untuk jalan dengan kecepatan tinggi. Rem motor tidak bisa menggigit pada saat hujan seperti itu. Bukannya aku gemar ngebut karena kecepatanku rata-rata tidak lebih dari 60 km/jam, namun kalau bawa motor dengan kecepatan 30 km/jam sangat tidak nyaman. Namun itu harus dilakukan demi keselamatan. Aku tidak mau motor yang kunaiki tiba-tiba selip atau menghantam genangan air akibat jalan berlubang. Aku sendiri punya pengalaman menghantam genangan seperti itu hingga pelek motorku sedikit bengkok.
Tapi walau bagaimanapun hujan memang sangat dibutuhkan oleh manusia sama seperti membutuhkan panas (karena Indonesia hanya punya dua musim saja jadi aku menulis seperti itu, aku nggak tahu gimana rasanya punya empat musim). Air hujan akan kembali mengairi sungai-sungai dan danau-danau yang mulai kering. Membasahi daratan yang mulai retak dan berbongkah-bongkah karena kekeringan sehingga petani bisa membajak sawah untuk mulai menanam padi selepas musim hujan. Mengisi kembali mata air-mata air sumber air minum manusia yang tadinya mulai menipis bahkan habis.
Tapi hujan pun bisa menjadi bencana karena ulah kita sendiri sebagai manusia. Banjir dan tanah longsor di mana-mana. Bahkan beberapa daerah di Indonesia sudah mulai terendam banjir. Hujan memang kita butuhkan tetapi bila terkena banjir jangan memaki hujan, tapi makilah diri sendiri yang telah merusak alam ini.
Hutan sebagai tempat tadah hujan telah di rusak. Pohon ditebangi. Saluran air mampat dan tidak lancar. Waduk sebagai tempat berkumpulnya air diurug dan dijadikan perumahan dan mall-mall. Di tambun ada sebuah perumahan yang mengurug danau buatan agar bisa dibangun rumah, padahal danau itu sangat penting sebagai area penyangga air minum perumahan. Tetapi demi keuntungan danau itu diurug. Sedih saya.
Tapi musim hujan memang patut disyukuri terlepas dari malasnya kita berangkat kerja atau aktifitas lainnya karena hujan. Karena hujan itu menghidupkan.
Brrrrrr.......dingin......

Tidak ada komentar: